Literasi informasi menjadi salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa di tengah pesatnya perkembangan media siber. Menyadari hal tersebut, Workshop SMPN 265 hadir sebagai wadah bagi para siswa untuk mengasah kemampuan jurnalistik mereka, khususnya dalam memproduksi konten informasi yang relevan dan edukatif. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengajarkan teknik menulis berita yang sesuai dengan standar jurnalistik dasar namun tetap ringan untuk dikonsumsi oleh kalangan remaja. Selain fokus pada teks, sekolah juga menyadari pentingnya kemampuan analisis visual, sehingga para siswa diarahkan untuk mengasah berpikir kritis melalui pengamatan konten audiovisual agar mampu menghasilkan sudut pandang berita yang lebih mendalam dan objektif.
Pergeseran dari media fisik ke platform digital menuntut perubahan gaya penulisan yang lebih dinamis. Dalam sesi pelatihan ini, para siswa SMPN 265 diajarkan cara membuat mading digital yang tidak hanya berisi tulisan panjang, tetapi juga paduan infografis dan narasi yang kuat. Struktur berita “Piramida Terbalik” tetap menjadi materi inti, di mana informasi paling penting harus diletakkan di bagian awal paragraf agar pembaca segera mendapatkan inti pesan. Penggunaan judul yang provokatif namun jujur menjadi kunci agar konten mading tersebut mendapatkan perhatian lebih dari warga sekolah di tengah banyaknya distraksi informasi di media sosial.
Proses pembuatan konten di lingkungan sekolah ini melibatkan riset sederhana dan wawancara langsung dengan narasumber terkait, seperti guru atau tokoh siswa yang berprestasi. Siswa dilatih untuk menyusun daftar pertanyaan yang tajam agar teknik menulis berita yang dihasilkan memiliki bobot informasi yang tinggi. Kemampuan untuk menyederhanakan isu yang kompleks menjadi bahasa yang menarik dan mudah dipahami adalah keterampilan yang ditekankan oleh para mentor. Dengan demikian, mading digital sekolah bukan lagi sekadar pajangan formalitas, melainkan telah bertransformasi menjadi pusat informasi yang dinantikan kehadirannya oleh seluruh siswa setiap minggunya.
Selain aspek teknis, aspek legalitas dan etika jurnalistik juga menjadi materi yang sangat krusial dalam workshop tahun 2026 ini. Para peserta diberikan pemahaman tentang pentingnya menghindari plagiarisme dan cara mencantumkan sumber referensi dengan benar. Di era hoaks yang masif, kemampuan siswa untuk melakukan verifikasi data (fact-checking) sebelum berita dipublikasikan adalah tameng utama dalam menjaga kredibilitas mading digital SMPN 265. Guru pembimbing menekankan bahwa kecepatan memberikan informasi memang penting, namun akurasi tetap merupakan hukum tertinggi dalam dunia jurnalistik yang tidak boleh dikompromikan.
