SMPN 265 mengambil inisiatif strategis untuk membentuk Karakter Pelajar Pancasila yang unggul. Sekolah ini menerapkan inovasi Penilaian Sikap yang holistik, tidak hanya mengandalkan nilai akademik. Metode ini menggabungkan observasi guru yang cermat dan self-assessment siswa secara teratur.
Penerapan Penilaian Sikap ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Fokusnya adalah pada enam dimensi Profil Pelajar Pancasila. Sekolah menyadari bahwa sikap dan perilaku siswa adalah bekal penting untuk sukses di kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Komponen utama dari sistem ini adalah Observasi Guru. Guru mata pelajaran dan guru Bimbingan Konseling (BK) mencatat perilaku positif dan negatif siswa. Catatan ini dikumpulkan dalam jurnal digital sebagai data objektif untuk Penilaian Sikap.
Aspek yang dinilai mencakup integritas, gotong royong, dan bernalar kritis. Guru mengamati bagaimana siswa berinteraksi dalam tim, menyelesaikan konflik, dan menunjukkan tanggung jawab di lingkungan kelas dan sekolah.
Inovasi kunci lainnya adalah Self-Assessment atau penilaian diri. Siswa didorong untuk merefleksikan perilaku dan sikap mereka sendiri. Mereka menilai diri berdasarkan rubrik yang telah disepakati sekolah.
Penilaian Sikap melalui self-assessment ini menumbuhkan kesadaran diri dan kejujuran. Siswa belajar menganalisis kekuatan dan kelemahan karakter mereka. Ini adalah langkah penting dalam membangun mentalitas untuk terus bertumbuh.
Data dari observasi guru kemudian dikomparasi dengan hasil self-assessment siswa. Diskusi dan feedback diadakan untuk menjembatani kesenjangan. Proses ini bertujuan untuk menuntun siswa menuju perbaikan perilaku yang lebih baik.
Sistem Penilaian Sikap ini juga melibatkan orang tua. Laporan periodik dikirim, mengundang orang tua berpartisipasi dalam pembinaan karakter di rumah. Kolaborasi ini memastikan konsistensi dalam pembentukan karakter siswa.
SMPN 265 membuktikan bahwa pembentukan karakter harus diukur secara sistematis. Penilaian Sikap bukan lagi sekadar formalitas. Itu adalah komponen inti yang menunjukkan komitmen sekolah dalam menciptakan generasi Pancasilais.
Melalui kombinasi observasi dan self-assessment, SMPN 265 berhasil menciptakan model Penilaian Sikap yang efektif. Sekolah ini tidak hanya melahirkan siswa cerdas, tetapi juga siswa yang berakhlak mulia, siap menjadi teladan bagi bangsa.
