Membangun budaya olahraga yang sehat di lingkungan sekolah tidak hanya terbatas pada penyediaan bola atau lapangan yang rata, tetapi juga menyentuh aspek fasilitas pendukung yang sering kali terabaikan. SMPN 265 mengambil langkah revolusioner dengan membangun fasilitas ruang ganti yang dirancang secara khusus untuk memenuhi standar inklusivitas bagi siswi mereka. Proyek ini didasari oleh pengamatan bahwa banyak siswi merasa enggan berpartisipasi penuh dalam kegiatan olahraga karena fasilitas privasi yang kurang memadai di area sekolah maupun saat mereka harus bertanding di stadion luar. Dengan hadirnya fasilitas yang representatif, sekolah bertujuan menghapus hambatan psikologis yang selama ini menghalangi potensi atletik para siswi.
Konsep inklusif yang diusung dalam pembangunan ini mencakup berbagai aspek mendasar yang sangat dibutuhkan oleh remaja putri. Ruang ganti ini tidak hanya menyediakan bilik yang tertutup rapat untuk menjaga privasi, tetapi juga dilengkapi dengan area sanitasi yang bersih, pencahayaan yang terang, serta penyimpanan barang pribadi yang aman. Fasilitas ini dirancang agar para siswi merasa aman secara fisik dan mental sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik. Ketakutan akan kurangnya privasi sering kali menjadi alasan utama menurunnya minat olahraga pada siswi tingkat menengah, dan SMPN 265 menjawab tantangan tersebut dengan solusi infrastruktur yang nyata dan modern.
Keberadaan fasilitas ini juga sangat menunjang performa para atlet muda saat mereka harus bersiap menghadapi kompetisi di stadion. Sering kali, fasilitas publik tidak selalu ramah terhadap kebutuhan spesifik perempuan, seperti area untuk merapikan hijab atau akses mudah menuju perlengkapan kebersihan saat masa menstruasi. Dengan adanya standar ruang ganti yang tinggi di lingkungan SMPN, para siswi terbiasa dengan lingkungan yang profesional dan menghargai martabat mereka sebagai atlet. Hal ini secara tidak langsung membangun rasa percaya diri yang tinggi; bahwa mereka adalah atlet yang berharga dan didukung sepenuhnya oleh institusi pendidikan mereka melalui fasilitas yang layak.
Dukungan terhadap kaum perempuan dalam dunia olahraga harus dimulai dari hal-hal mendasar seperti ini. Ketika seorang siswi merasa nyaman di ruang ganti, ia akan memasuki lapangan dengan fokus yang lebih tajam pada strategi permainan, bukan lagi merasa cemas akan penampilan atau keamanan dirinya. Inovasi di SMPN 265 ini juga mencakup aspek edukasi lingkungan, di mana ruang ganti tersebut menggunakan sistem penghematan air dan ventilasi alami yang baik.
