Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem global kini mulai ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah. SMPN 265 mengambil langkah progresif dengan berkomitmen menjadi institusi pendidikan yang berwawasan lingkungan. Tidak tanggung-tanggung, sekolah ini menjalin kolaborasi strategis dengan WWF Indonesia untuk merancang sebuah model pendidikan yang benar-benar berbeda melalui konsep kurikulum berbasis alam. Inisiatif ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap krisis iklim yang semakin nyata, serta kebutuhan akan generasi yang memiliki empati terhadap keberlangsungan planet bumi.
Konsep green school yang diusung oleh SMPN 265 bukan hanya sekadar menambah tanaman hijau di sudut sekolah atau mengelola sampah plastik secara rutin. Lebih jauh dari itu, kerja sama ini menyentuh inti dari sistem pengajaran, di mana isu-isu lingkungan diintegrasikan ke dalam berbagai mata pelajaran seperti sains, geografi, bahkan seni dan bahasa. Melalui pendampingan dari pakar lingkungan WWF Indonesia, para siswa diajak untuk memahami siklus kehidupan, pentingnya biodiversitas, serta dampak nyata dari setiap aktivitas manusia terhadap perubahan ekosistem di sekitarnya.
Dalam pelaksanaannya, proses belajar mengajar tidak lagi terkungkung di dalam empat dinding kelas. Siswa didorong untuk melakukan observasi langsung di lapangan, memanfaatkan area sekolah sebagai laboratorium hidup. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa belajar tentang fotosintesis dan rantai makanan dengan mengamati ekosistem mini yang ada di kebun sekolah. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dalam membangun pemahaman konseptual sekaligus menumbuhkan rasa sayang siswa terhadap lingkungan secara natural dan organik.
WWF Indonesia juga memberikan dukungan berupa materi edukasi yang interaktif dan berbasis data. Siswa diajarkan bagaimana cara menghitung jejak karbon pribadi, cara menghemat penggunaan air di lingkungan sekolah, hingga pentingnya pelestarian satwa langka yang menjadi kekayaan bangsa. Dengan keterlibatan aktif ini, SMPN 265 bertransformasi menjadi wadah persemaian bagi aktivis lingkungan muda yang cerdas dan solutif. Mereka dilatih untuk berpikir kritis dalam mencari jalan keluar bagi permasalahan sampah di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
