Edisi Spesial Ramadan: Karya Jurnalistik Siswa SMPN 265

Bulan suci Ramadan selalu membawa atmosfer yang berbeda di setiap sudut sekolah, tidak terkecuali di SMPN 265. Tahun ini, sekolah memberikan ruang yang lebih luas bagi kreativitas literasi melalui peluncuran Edisi Spesial Ramadan dalam majalah dinding dan buletin digital sekolah. Program ini dirancang untuk menangkap setiap momen berharga selama bulan puasa melalui sudut pandang para siswa, sekaligus mengasah kepekaan mereka terhadap fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar mereka.

Dunia literasi di tingkat sekolah menengah bukan hanya tentang menulis kalimat, melainkan tentang bagaimana merangkai fakta menjadi sebuah cerita yang bermakna. Melalui karya jurnalistik, para siswa diajarkan untuk melakukan observasi mendalam mengenai kegiatan sekolah, mulai dari dokumentasi pembagian takjil gratis hingga wawancara eksklusif dengan petugas kebersihan sekolah tentang makna kesabaran. Proses ini melatih siswa untuk menjadi jurnalis muda yang objektif, kritis, namun tetap mengedepankan nilai-nilai Islami yang santun dan menyejukkan.

Salah satu rubrik yang paling diminati dalam edisi kali ini adalah “Ramadan di Mata Siswa”. Di sini, setiap individu bebas mengirimkan tulisan berupa artikel opini, puisi, maupun laporan perjalanan spiritual mereka selama menjalankan ibadah puasa di rumah masing-masing. Di SMPN 265, kreativitas ini sangat didukung karena pihak sekolah percaya bahwa tulisan adalah sarana dakwah yang paling efektif dan abadi. Dengan menulis, siswa secara tidak langsung melakukan refleksi diri dan mendokumentasikan perjalanan spiritual mereka dalam bentuk teks yang bisa dinikmati oleh orang banyak.

Tidak hanya sekadar menulis teks, para siswa juga dilatih dalam aspek fotografi jurnalistik dan tata letak (layouting). Sebuah berita akan terasa lebih hidup jika didukung oleh visual yang bercerita. Meskipun tanpa bantuan ilustrasi grafis buatan, deskripsi yang kuat dalam teks dan penataan hierarki informasi yang baik dalam majalah sekolah membuat setiap karya terasa profesional. Kedisiplinan dalam mencari berita, melakukan verifikasi data, hingga mengejar tenggat waktu penerbitan memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana dunia kerja di bidang komunikasi dan media massa sebenarnya.